Skip to main content

Featured

Lebih Sungguh

Setahun berlalu setelah terakhir aku menulis tentangmu disini,  _______ dan entah bagaimana, semuanya masih terasa sama,  hanya saja kali ini lebih tenang, lebih aman, dan lebih... nyata? Teringat dengan kalimat indahku dulu, tentang betapa aku ingin mencintaimu dengan seribu cara yang ku bisa. Kini aku tahu bahwa, aku tak perlu sekeras itu, karena begitu saja.... dicintaimu, Dalam diam aku menemukan ketenangan, dan dalam segala tawa dan banyaknya suara aku menemukan kehangatan, kadang dalam tangis dan marahpun, itu tak apa, asal kamu ada disampingku, begitu, Entah, ada rasa teduh? yang bisa saja ku rasakan namun tak dapat ku jelaskan,  Sejujurnya baik aku maupun kamu, tidak tahu bagaimana takdir bekerja, namun jika memang perjalanan ini membawaku padamu, [ biarlah semesta mengizinkan aku untuk berhenti di kamu, dengan restu Tuhan kita juga kedua orangtua..... (aaamiiin) ] Karena di dunia yang selalu berubah,  aku ingin satu yang tetap, pada cinta ini, pada cinta yan...

Tidak Penting, namun di dalam Inti Memoriku.

Sekitar akhir Juni, atau awal Juli 2023. 

aku memang bukan pengingat yang baik, tapi pasti waktunya diantara itu.

Yang aku ingat jelas, saat itu masih musim panas.


Saat itu kerjaan ku dikantor sedang membludak, 

tapi aku sudah janji akan menemuimu di terminal 3, Soekarno Hatta. 

Usai izin dengan atasanku, aku berangkat kesana. tidak jauh. hanya sekitar dua menit dari tempatku bekerja menuju terminal 3. 

Kamu tiba 15 menit lebih dulu, menunggu di kedatangan terminal domestik. 

aku berjalan dari terminal Internasional, dengan perasaan biasa saja, namun seperti ada yang ganjal. 

sampai sana, aku belum juga melihatmu. atau mungkin sudah, namun aku lupa bagaimana wajahmu sekarang. Ku rasa, terakhir kali aku menemuimu sekitar dua tahun lalu. 

Aku terus mencarimu, namun pandanganku sudah kabur. 

Saat itu aku belum menyadari bahwa seharusnya aku sudah pakai kacamata, kemudian seseorang melambaikan tangan padaku.. itu pasti kamu!

Aku berlari kecil menghampirimu, seperti bertemu teman lama. 

Yang ku katakan saat itu adalah, permintaan maaf karena aku mudah lupa wajah orang. 

Syukurlah, kamu mengingat wajahku. 

Obrolan tak perlu, candaan dan banyak hal yang kita bicarakan. Oh, bahkan aku benar lupa. Tolong, seseorang ingatkan aku, apa yang kita bicarakan?

sahabatku? kehidupan? pacarku? pacarmu? siapa lagi?

Satu jam berlalu, oh, satu jam lebih malah. 

Kemudian aku kembali ke kantor dan kamu terbang ke pulau lain. Jauh sekali. 

Tapi dari semua itu, yang ku tahu, ada hati yang kamu taruh kepadaku. 

Bahkan sampai saat ini, kamu tidak begitu berarti dalam hidupku, namun, cerita bersamamu yang pada akhirnya membuat hidupku hari ini sedikit porak poranda, berhasil menggoreskan sedikit tinta pada inti memoriku, dan itu selamanya. 

Hidup tak semanis doughlab terus kan?

Cheers, for the better life Langga!




Comments

Popular Posts