Skip to main content

Featured

Lebih Sungguh

Setahun berlalu setelah terakhir aku menulis tentangmu disini,  _______ dan entah bagaimana, semuanya masih terasa sama,  hanya saja kali ini lebih tenang, lebih aman, dan lebih... nyata? Teringat dengan kalimat indahku dulu, tentang betapa aku ingin mencintaimu dengan seribu cara yang ku bisa. Kini aku tahu bahwa, aku tak perlu sekeras itu, karena begitu saja.... dicintaimu, Dalam diam aku menemukan ketenangan, dan dalam segala tawa dan banyaknya suara aku menemukan kehangatan, kadang dalam tangis dan marahpun, itu tak apa, asal kamu ada disampingku, begitu, Entah, ada rasa teduh? yang bisa saja ku rasakan namun tak dapat ku jelaskan,  Sejujurnya baik aku maupun kamu, tidak tahu bagaimana takdir bekerja, namun jika memang perjalanan ini membawaku padamu, [ biarlah semesta mengizinkan aku untuk berhenti di kamu, dengan restu Tuhan kita juga kedua orangtua..... (aaamiiin) ] Karena di dunia yang selalu berubah,  aku ingin satu yang tetap, pada cinta ini, pada cinta yan...

Dua Anak Kecil yang tak tahu Perpisahan Kita

Tidak peduli bagaimana kamu pernah membuatku tidak nyaman atau pernah menyakitiku sekalipun,

barangkali ada beberapa kata-katamu yang membuatku tak nyaman,

anehnya, aku tetap menganggapmu sahabatku..


Walau sulit sekali rasanya tetap melihatmu sebagai gadis kecil berambut pendek, yang tubuhnya jauh lebih tinggi dariku saat itu, ingin sekali aku tinggi sepertimu karena kamu mendapatkan menstruasi pertamamu lebih dulu daripadaku, beberapa tahun kemudian ternyata aku lebih tinggi darimu hehe..


Tidak menyangka, 

bahwa sesuatu yang kita anggap persahabatan hanya bertahan sampai 20 tahun saja sejak pertama kali aku bertemu kamu di 2003..

Persahabatan kita begitu unik dan asik, sampai aku merasa bahwa kita akan menjadi selamanya. 

Bahkan beberapa orang mengira jika ada kamu di suatu tempat, maka akan ada aku ditempat itu. Begitu sebaliknya, seperti tidak akan bisa dipisahkan oleh apapun..

Boleh jadi ini menyiksaku, tapi ini lebih baik daripada aku harus hidup dengan rasa bersalah,

seperti menggenggam sesuatu yang membuat tanganku sakit dan tubuhku berguncang.

Aku ingin sekali memelukmu sekali lagi atau berbicara denganmu, tertawa terbahak-bahak dan berbicara banyak hal tidak penting.. Walau itu tidak mungkin bisa terjadi lagi untuk selamanya, suatu hari nanti kamu akan tahu sedikit harapanku untuk persahabatan ini,

Tak ada yang bisa memisahkan kita,

waktu pun tak kan tega, bukan?

Kita akan bersama selamanya.......


ku harap dua anak kecil yang sedang bermain sepeda bersama itu tidak akan pernah mengetahui bahwa perpisahan kita akan terjadi yah, 

Semoga kamu akan datang ke pemakamanku dengan rambutmu yang sudah dipenuhi uban, 

imisu, ilopu


Comments

Popular Posts