Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Bara, Nyala, Pelita

Bara,

yang pernah menjelma seperti amarah yang indah, kemudian membakar segalanya hingga tak tersisa

meninggalkanku ditengah abu—sesak dan tangan kosong,

nyatanya, sakitmu cukup panjang, membuatku berdiri diantara reruntuhan—menahan panas, menanggung luka, meski ku tolak, meski ku tangisi,

sayangnya api itu tidak benar-benar padam, tetap menyala dalam abu, 

*

Nyala, 

yang pernah hadir seperti mimpi singkat, hangat sekejap

cahaya silaumu menenangkan, untuk suatu masa aku percaya pada terang, 

sayangnya, saat angin ragu menerpa, kamu redup, rapuh, hilang..... yang lebih mudah diingat sebagai rasa, seperti tidak benar-benar ada,

*

Pelita, 

yang begitu sederhana,

tak membakar, tak terhempas, membuatku menemukan kekuatanmu, 

menerimaku dalam keadaan tidak utuh, menggenggam tanganku erat, 

tidak meledak-ledak, tidak begitu menyilaukan, 

bahkan pada cahaya kecilmu, ku temukan rumah, dan dalam diammu ku temukan teduh, membuatku ingin ada, membuatku tidak terus bertahan, melainkan, menemukan hidupku, lagi,


Comments