Agustus tahun ini akan berakhir,
sampai,
aku lupa kamu pernah ada,
walau kala itu aku kalah telak, 1-0? bukan, 3-0? sepertinya?
bagaimana saat itu senyummu merekah dengan secangkir kopi dihadapanmu?
menjemukkan !
saat itu biarpun kalah, aku tak begitu murung—bukan karena aku masih bersama bajingan yang mencuri lima tahunku itu—tapi mungkin penting atau tidak, seperti yang pernah ku katakan bahwa kamu adalah sub-bab pada suatu bab—tidak terlalu berpengaruh jika seseorang melewatkanmu pada sebuah buku— namun, jika tak ada sub-bab maka seperti ada hal yang hilang,
nyatanya hilang terlalu halus,
karena,
aku bahkan lupa kamu pernah ada,
Comments
Post a Comment