Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

akmalku (3)

jika umurku hanya sampai 100 tahun,

setidaknya hari-hariku selama 95 tahun tidak ada kamu lagi


selama lima tahun penuh bahkan lebih, entah jika dijumlahkan jadi berapa hari, tak ku hitung lagi


bahkan jika ini sebuah buku, maka tak mungkin hanya ku buat satu bab tentang kita, kamu tau, bisa lebih dari itu! bukankah kamu juga suka baca buku selama bersamaku?


katamu, tawaku membuatmu bahkan seisi ruangan tertawa, begitu indah,

lantas apa kamu sudah lupa suaraku?


katamu, rambutku bagus, 

lantas apa kamu sudah tak terngiang halusnya rambutku yang menggelitik jari jarimu?


aku tau benar cintamu begitu besar,

tapi mengapa cintamu tak pernah benar dan menganggapku adalah cukup??


ini semua seperti, 


sungguh aku takbisa melanjutkan tulisan ini,

tangisku begitu keras sampai aku tak dapat mengeluarkan suara,


bahkan pada tulisan ini, namamu belum sempat ku gariskan,


sudah cukup,

sangat sakit!

Comments