rasanya tulisanku tidak sepanjang puisi chairil anwar,
itu hanya rentetan kalimat dari satu kata yang beberapa minggu lalu kamu sebutkan, bahkan kamu lupa pernah menyebutkannya,
"cinta bukan?" tanyamu,
aku jawab, "bukan, kamu sebut satu kata, Bahagia"
masih terbayang bagaimana kamu dengan kaos hitam bubble tea mu, duduk didepanku, menyamping, sambil memegang sebuah kertas dengan kedua tanganmu,
sesekali membenarkan letak kacamata barumu, membaca tulisanku, begitu fokus, bahkan ku tak sempat melihat gerakan mulutmu saat membaca, amat serius
setelah itu kamu tersenyum,
menggelengkan kepalamu
sambil melihat ke arahku,
seperti terkejut,
"gimana? bagus ga?"
kamu berdehem,
"hmm.... 9,5 / 10"
:)
Comments
Post a Comment