Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Semesta Lain

 Hai,

mungkin di bagian semesta lain, kita sedang bernyanyi bersama

berteriak mengeluarkan semua pilu dan apapun yang tertahan di dada


mungkin kamu sedang memainkan gitarmu dan aku bernyanyi sambil menari 


bertelanjang kaki, saat hujan terus

mendaratkan bibirku padamu, begitu hangat


berbanding terbalik, sungguh pada semesta yang ini


kamu sudah najis padaku,

dan aku yang berusaha keras setiap hari untuk tidak menganggapmu pernah ada dalam hidupmu


andai kamu tau, aku tak pernah dapat kelembutan seperti itu

karena setiap hari yang ku lakukan bukan bercinta namun berjuang


bahkan untuk hidup-pun

aku berpikir banyak alasan apa lagi yang ku pakai untuk tetap bertahan


menulis ini saja membuatku sesak,

karena rasanya pernah ada, namun kamu tidak pernah menganggapnya ada


andai Tuhan dapat membekukan rasaku seperti yang Ia lakukan padamu

membuatku tertegun saat tahu bahwa tak ada lagi waktu dan tempat yang mempersilahkan kita untuk saling beranggar pikiran atau berbalah..


Dari semuanya yang paling menyakitkan

aku bagaikan nama yang ditulis dengan pensil yang segera kamu hapus

tak pernah ada

atau nama yang ditulis dengan ranting pada desir pasir pantai dan terurai oleh ombak


mungkin di semesta lain, kamu mentato namaku pada tubuhmu


**


Andaiku menulis ini tanpa rasa bersalah

dan dengan perasaan lega.

Comments

Popular Posts