Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

akmalku

Aku kehabisan kata jika bicara tentangmu,

setiap aku ingin tulis tentangmu, jadinya malah rentetan doa untukmu


aku selalu membawa Allah jika sedang menyebut namamu—seperti puisi atau prosa sudah tak mempan, aku hanya ingin mendoakanmu saja


cinta yang Allah kasih pada hatiku untukmu tertanam, sampai aku tak dapat mengungkapkan rasaku padamu, maka ku ceritakan saja pada Tuhanmu—karena kamu milikNya


seperti apa yang ingin aku bicarakan padamu adalah rahasia yang tak dapat ku tulis di blogspotku—walau aku tau tak kan ada yang baca juga—seperti tak mau doaku tentangmu dibaca orang banyak bahkan dibaca olehmu sekalipun—biar Allah saja gitu yang mendengarnya..


kamu tak selalu baik, pernah sesekali kamu bajingan walau aku juga.. sampai aku mengumbar perasaan hambarku padamu ke beberapa sahabatku—seperti cintaku telah habis-habisan padamu sampai beneran habis.. namun banyak hal dalam dirimu yang aku butuhkan untuk ku di masa depan


kamu juga tak sebaik dan selembut itu, tapi aku tak perlu berusaha banyak untuk meyakinkan dirimu untuk mengerti aku, karena kamu sudah mengerti aku—seperti aku tak pernah merasa lelah karena kamu selalu menjadi garda depanku akmal,


akmalku,

semoga kamu mencari aku pada pelabuhan terakhirmu—

Comments

Popular Posts