Kamu pikir aku takut?
Tidak.
Aku diam.
Karena aku hanya ingin berurusan dengan orang waras saja.
Sudah itu saja.
Silahkan mabuk.
Bukankah kamu menyukainya?
Jangan terlalu mabuk tapi,
nanti para wanita mu akan marah.
Hahaha.
Secukupnya saja.
Lalu lakukan yang selama ini kamu biasa lakukan.
Aku tidak iri. Sungguh.
Kamu begitu berlebihan.
Aku muak!
Sampai aku tak peduli apa yang sekarang kamu pikirkan mengenaiku.
Ah,
Maaf.
Maafkan dirimu sendiri.
Yang kurang bahagia.
Lalu mencari kebahagiaan dengan menyakiti banyak orang, lalu menyalahkan mereka.
Hah?
Keras kepala sekali kamu.
Aku juga keras.
Tapi jangan pukul aku!
Dan siapapun wanita yang berada disebelahmu.
Kamu tidak ada hak! Bahkan utk membela dirimu sendiri.
Jangan juga peluk mereka.
Lalu tinggalkan.
Aku tidak akan meminta maaf lagi utk kata-kataku atas apa yang telah kamu lakukan.
Karena memang itu adanya.
Aku tidak pernah mempermasalahkan masa lalu mu sebelumnya.
Karena kamu akan melangkah maju.
Rupanya kamu begitu nyaman jalan di tempatmu.
Berpura-pura bijaksana dengan menyuruhku utk keluar dari zona nyamanku.
Membicarakan, bahwa aku tidak cukup dewasa.
Tau tidak?
Berubah.
Cara ku melihatmu berubah.
Sekarang,
Siapa yang murah?
Bukan para wanitamu!
Apalagi aku.
Cih,
Yang murah itu cintamu.
Comments
Post a Comment