Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Untuk Ibuku lagi

Mama,
jangan menangis.
Kakak tidak biasa saja.
Kakak juga menangis dan sakit.
Tapi kakak tidak bisa apapun selain tertawa kecil dan bilang, "kakak dengerin semua cerita mama"

Tolong, jangan bilang seperti itu lagi.
Karena itu semua jelas membuatku sakit.
Kakak hanya nggak bisa menangis perihal ini didepan mama.

Mama,
jangan menangis.
Karena kelamaan kakak sudah nggak bisa nahan itu semua,
mama begitu cantik, jadi tertawalah lebar-lebar seperti yang biasa mama lakukan.

Mama,
jangan menangis.
Ceritalah pengalaman seru mama semasa muda dulu,
berapa pria yang mama kencani sampai membuat kakak terjungkal,
atau perintahlah kakak untuk tidak bicara bahasa Indonesia, karena mama dulu senang jika Kakak bicara bahasa Inggris.

Mama,
jangan menangis.
Kakak mengingat saat berumur 13 tahun, mama tidak suka jika kakak cengeng.
Lantas, mengapa sekarang kakak lebih sering mendengar mama menangis.
Kakak nggak suka itu.

Mama,
jangan menangis.
Karena kakak tidak ingin lihat air mata sedih mama lagi.
Simpan air mata mama untuk suatu hal yang membahagiakan nanti.
Karena mama cantik, dan itu membuatku iri.

Mama,
jangan menanngis.
Tolong ma, kita bisa lalui ini bersama, karena kita semakin tau sekarang orang-orang yang meninggalkan dan tetap bersama kita sampai detik ini.
Yang harus kita lakukan adalah tersenyum sambil berani melangkah bersama, lalu keluar dari zona yang sekarang sedang kita pijak.

Mama,
doakan kakak.
Agar kakak menjadi perempuan yang baik,
yang penolong,
yang memaafkan.
Seperti Mama.

Comments

Popular Posts