Pria itu memakai kemeja biru dongkar, bergaris abu-abu.
tampak rapih dengan celana bahan hitam dan sepatu coklatnya.
berjalan kesana kemari sambil tetap berusaha tersenyum.
Sesekali seseorang membentaknya,
tapi ia hanya mengernyitkan dahi lalu kembali tersenyum.
Kemudian wajahnya berkeringat, mungkin ia tampak lelah.
Ia begitu jujur, sampai akhirnya ia harus berbohong untuk melindungiku.
Saat kembali ke rumah,
ia meluruskan kakinya lalu menghela nafas...
Ia tersenyum, karena hari ini sangat melelahkan.
Kemudian lelah itu terbayar saat mendengar suara anak, dan istrinya.
Begitu terus setiap harinya.
Tapi pria itu bersyukur.
--akan dilanjutkan nanti--
Comments
Post a Comment