Buat apa mengharap pelangi saat masih menikmati hujan?
Jangan melihat warna abu-abu pada langit saat hujan saja,
Tapi cium aroma hujan yang hanya dimiliki oleh hujan.
Baunya memabukkan. Dan buat candu.
Jangan mendengar suara gemuruh yang menyeramkan saja,
Tapi dengar suara beberapa anak kecil yang teriak “hujan!!!”
Lalu ibunya marah-marah setelah itu. Haha.
Jangan hanya didalam rumah dan minum susu hangat saja saat hujan,
Tapi coba sesekali duduk diteras rumah sambil minum air es dan bercengkrama degan teman.
Atau merenung sendiri memikirkan hal yang menyenangkan.
Karena, pelangi tak pernah mengkhianati hujan.
Pelangi tak pernah meninggalkan hujan.
Selalu ada pelangi setelah hujan, bukan?
Saat menikmati tetesan air hujan pada lapisan kulit terluar,
Saat mencium bau hujan yang tak terdefinisi,
Saat merasakan sejuknya angin hujan,
Mengapa dengan cepat mengharap pelangi?
Warna abu-abu pada langit yang mendung tidak selalu kalah dengan warna mejikuhibiniu pada pelangi, warna itu tetap indah.
Aku pernah mencintai makhluk penyuka warna abu-abu, dan ia tidak buruk.
Tapi memang Tuhan tau bahwa aku tak cocok berjalan dengan hujan, karena aku akan berlari dibawah hujan....
Ah,
Aku masih menikmati hujan saat ini,
Kamu gimana?
Masih berharap pelangi saat hujan?
Kan sudah ku bilang,
Pelangi pasti datang...
Tuh!
Mulai terlihat kan?
Comments
Post a Comment