Wanita itu cantik.
Kulitnya putih bersih, mata coklatnya kecil.
Lekukan alisnya ia gambar ala' 90-an.
Dan ia mempoles warna merah terang pada bibir tipisnya.
Tubuhnya sudah pasti banyak diidolakan wanita lain.
Gaya bicaranya seperti orang Jakarta pada umumnya.
Ia sering dikerubungi banyak teman-temannya.
Termasuk teman pria yang dapat dipastikan ingin mendapatkannya.
Ia terlalu banyak tertawa, dan orang yang menyenangkan.
Tapi... Ia selalu kehilangan arah, dan tak pasti ingin kemana.
Wanita itu... ialah ibu ku dulu.
Pria itu manis.
Kulitnya pasti sawo matang, mata hitamnya sayu.
Kantung matanya cukup besar, karena ia suka belajar pada malam hari.
Rambutnya terkadang berantakan tak karuan karena ia jarang membenahinya.
Tubuhnya kurus kecil seperti tak pernah peduli.
Gaya bicaranya Jawa yang kental.
Ia memiliki beberapa sahabat yang dekat dengannya.
Tak begitu berani bermain dengan wanita karena ia begitu kaku.
Ia selalu yang dibanggakan karena banyak prestasi yang ia capai.
Tapi... ia terus berjalan mengikuti arah yang ditunjuk.
Pria itu... ialah ayah ku dulu.
Lucunya, perbedaan sifat mereka adalah pemersatu bagi mereka.
Seperti rumah dengan pondasi yang akan terus saling membutuhkan.
Bagaimana lagi mendeskripsikan mereka?
Aku tak tahu haha
Mereka begitu sempurna. Untuk ku.
Comments
Post a Comment