Aku memaafkan.
Aku melupakan.
Aku melanjutkan.
Melanjutkan hidup yang masih panjang jalannya.
Tapi...
aku ingin mengingat kan satu hal
Lukanya... seperti ini...
Ah, rasanya pernah ku bahas sebelumnya.
kalau ini tak membosankan,
akan aku jelaskan lagi.
Luka yang kali ini lebih dalam,
dan jauh lebih dalam dari sebelumnya.
Lebih banyak juga daripada yang lalu.
Sudahlah, jangan bicarakan tentang kesedihan lagi.
Biarkan aku tampung sendiri,
lagipula aku yakin pasti kamu juga bersedih.
Tapi,
aku marah saat aku dibilang mengeluh,
aku hanya mencoba normal.
Jadi, salah?
Ah bodo amat.
Kamu menambahkan luka ini menjadi lebih banyak.
Ku kira kamu yang baik padaku,
nyatanya....
Yasudah,
ku bilang kan tadi
Aku memaafkan.
Aku melupakan.
Aku melanjutkan.
Tapi aku tak pernah bilang,
bahwa lukanya telah sembuh.
Comments
Post a Comment