Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Sesak

Sesak saat,
Kamu bilang aku terlalu serius.
Kamu bilang aku terlalu memikirkan.
Kamu bilang aku terlalu sayang.

Nyatanya,
aku tidak terlalu serius.
aku tidak terlalu memikirkan.
aku tidak terlalu sayang.

Karena, sungguh,
kamu tidak pernah tau apa yang ku lakukan disini.
Karena kamu tidak pernah bertanya (lagi).
Jadi ku pikir, memberi kabar menjadi tidak penting.

Aku memiliki bagian hidup yang lebih aku seriuskan, bukan hanya kamu.
Aku memikirkan hal lain, yang sejak dulu ingin aku ceritakan padamu.
Tapi, kamu belum pernah mampu memberi waktu mu padaku.

Aku... Biasa saja.
Tidak terlalu sayang.
Hanya sayang.
Bahkan rasa rindu bisa dibilang lebih banyak.

Sesak, bukan main.
Saat kamu bertanya, kenapa aku terlalu sayang padamu.
Bahkan, semua orang yang kamu ceritakan tentang hal ini,
mempunyai pertanyaan yang sama.

Haha.
Lelucon yang buruk.

Nyatanya, kalau memang aku yang terlihat terlalu menyayangimu.

Kenapa kamu selalu ragu untuk lebih memeluk ku atau dia,
padahal jelas-jelas dia ada disampingmu?

Bukan aku,
yang kata mu semu.
yang kata mu bayangan.
Bukan kah waktu itu, kata mu ia nyata?

Begitu?

Lantas,
kenapa kamu terlalu sayang pada ku?

Comments