Sekiranya dia bukan yang terbaik untukku nanti,
setidaknya aku ingin menjadikkannya yang baik.
Seakan ia yang banyak bicara,
padahal hanya aku yang banyak berpikir.
Ketakutan ku dan kejijik an ku pada sesuatu malah sekarang terjadi.
Aku paling tidak ingin berada dalam ruang ini,
ruang dimana aku menyukai seorang laki-laki,
yang juga di sukai oleh orang lain.
Orang lain, ku bilang.
Yang belum pernah ku temui sebelumnya,
harusnya itu bukan masalah.
Aku bisa saja berlaku egois,
Apalagi setelah dia berusaha untuk mendapatkan ku lagi,
dan berusaha untuk berteman baik dengan perempuan itu,
tapi bagaimana jika perempuan itu adalah orang yang bisa menjadikkannya baik...
Masihkah aku harus egois?
:)
Comments
Post a Comment