saat pertama kali lagi aku melihatnya,
aku seperti melihat anak kecil berambut pendek yang tingginya jauh dariku itu,
asal anak kecil itu tahu bahwa ia akan memiliki senyum yang sangat manis karena gigi gingsulnya mulai tumbuh saat ia menuju sekolah menengah pertama,
aku tertegun,
jantungku berdegup tak beraturan,
rasanya seperti sedang menunggu sebuah pengumuman besar
namun tak ada pengumuman apapun selain suaranya yang masih ceria menyapaku,
maksudku,
bagaimana ia melakukan itu?
dengan begitu semangat seolah tidak pernah adanya perang dingin diantara kita sedangkan aku masih mematung,
aku cukup mengenalnya dan dia adalah artis yang handal,
namun harusnya aku tau bahwa ia tidak mungkin bersandiwara secara alami?
selanjutnya, hanya ada obrolan hangat,
lebih banyak membahas masa lalu yang sudah usai,
walau untuk beberapa saat untuk beberapa kali aku begitu malu,
nyatanya,
ia begitu hampa dan sedih selama ini,
ia juga menangis pada malam hari karena merinduku,
persis seperti yang aku lakukan,
kemudian, tiada lagi perasaan tidak enak diantara aku dan dia
selain memaafkan dan memulai semuanya sejak awal..
dan persahabatan kita akan tetap disini,
benar benar tidak pergi,
dan perpisahan yang tak pernah ada
Comments
Post a Comment