Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Harga Diriku, berapa?

Kamu akan marah dan sangat nggak ingin aku menurunkan harga diriku didepan orang,

Bahkan kedepan dirimu sendiri, kamu benar tak ingin. 

**

Dua bulan setelah perpisahan kita, yang tanpa kata itu,

aku mulai membiasakan diri untuk berusaha menjaga diriku sendiri. 

**

Sampai pada akhirnya beberapa laki-laki datang ke dalam hidupku, 

bahkan belum sampai mereka mengetuk pintu hatiku, diantaranya sudah berusaha untuk menurunkan harga diriku. Seolah aku begitu lemah dan bodoh. Padahal aku hanya berpura-pura tanpa arah agar aku dapat tahu mana saja yang hanya memanfaatkanku.

Namun, rasa kesepian yang tak terbendung membuatku pada akhirnya sedikit demi sedikit menurunkan harga diriku, seperti aku menjualnya. Rasanya lumayan sakit, saat tahu, tak ada lagi garda yang membelaku didepan. 

5 Tahun, aku seperti hampir tidak pernah lagi menggunakan otak-ku untuk berpikir banyak hal, karena kamu selalu menentukan jalan keluarnya, walau selalu ada perdebatan, namun pada akhirya seringkali pilihanmu lebih benar. Seperti aku selalu membuat masalah dan kamu merapihkannya. Jika kamu tidak lupa, pernah, kamu membuat masalah dan saat aku berusaha merapihkannya, itu tidak sejalan denganmu. 

Sudahlah, dibalik itu semua, dua bulan dari akhir 5 tahun kita, aku masih merangkak, berpikir, bagaimana caranya aku dapat dihargai, sebagaimana kamu menghargaiku, sebagaimana pula kamu begitu takut aku menjatuhkan harga diriku depan orang baru..


Bagaimana ini?

Aku takut sekali. 

rasanya ingin ku tanya, 


Harga Diriku, berapa?

Comments

Popular Posts