Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Surat Terakhirmu,

Tidak akan ku biarkan tubuhku bergetar begitu keras karena kegelisahan lagi..

lalu menangis, meraung karena tidak ada yang melihat juga. 

Seolah tatapan manusia lain sangat berarti. 


Entah sial atau beruntungnya, aku masih menyimpan surat terakhir darimu. 

Ku simpan itu di dompetku, seperti kamu menyimpan surat-surat dariku di lemarimu.

Semoga ini masih memiliki sedikit arti walau kamu sudah menganggap ini seonggok sampah yang lupa kamu sapu.

Sesuai dengan doaku kepada Tuhanku, semoga suatu hari nanti kamu mengerti & merasakan dahsyatnya cintaku padamu. Seluas Angkasa, yang biasanya kita jadikan itu lelucon.


Pun, tak kan ku meminta maaf atas apapun lagi. 

Sesuai yang kamu sering katakan pula, bahwa kamu lebih mengetahuiku lebih dari aku mengetahui diriku sendiri, ya kan? 



Comments

Popular Posts