Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Udara

Kamu suka berjalan dibawah malam,
walau bulan tidak terlihat, pun bintang.
"sejuk", jelasmu. Aku hanya tergumam.
Berharap segera menemukan cahaya, karena aku tak tenang.

Kamu lalu menghela napas berulang kali,
dahiku mengernyit, "ada apalagi?,
kamu menggeleng, tersenyum sesekali.
Lalu berharap agar tidak cepat pagi.

Kamu menggenggam tanganku.
Dahiku mengernyit kembali.
"seberapa besar cintamu?",
aku tertawa geli dan memukul bahumu.
"sebesar bumi ini" jawabku asal.

"Kenapa bumi?" tanyamu.
"Karena besar"
"Bumi ini akan hancur--" kamu menghela napas. "jadi cintamu akan hancur" lanjutmu.

Aku merasa bersalah.
Tidak pernah terpikirkan itu.
"kamu sebesar apa?" tanyaku penasaran.
Berharap kamu menjawab sebesar antero jagat raya ini, dan aku akan bilang, bahkan bimasakti saja akan hancur.

"Yang tidak pernah habis dan selalu menyejukkan--"

"Apa?"

"Udara"
jawabmu.

Comments

Popular Posts