Aku begitu senang dengan pertemuan kita beberapa bulan yang lalu.
Aku juga suka menikmati kebersamaan denganmu.
Aku suka harum parfum mu.
Aku suka bentuk wajahmu saat memakai topi.
Aku suka kaus tipismu yang tak pernah kamu lapisi dengan jaket.
Aku suka cara berbicaramu.
Aku suka caramu menganggapku tolol karena aku tidak sepintar kamu.
Aku suka bagaimana kamu memainkan rambutku, aku jadi tidak ingin kemana-kemana.
Aku suka wajahmu saat sedang berpikir.
Membuat aku rindu,
tapi pasti kamu akan mentertawakan aku.
Tapi tetap,
aku hanya suka,
dan itu adalah sebuah kebodohan.
Saat aku menyadari bahwa, hatiku masih dimiliki oleh yang lalu.
Serius, ini bukan omong kosong.
Tapi sungguh,
sudah beberapa minggu terakhir ini,
Aku suka marahmu.
Aku suka harus buru-buru membalas pesanmu.
Aku suka secepat mungkin angkat telpon masuk darimu.
Aku suka kebodohanmu.
Aku suka kepanikanmu.
Ih pokoknya suka!
Tapi kenapa saat aku suka,
kamu malah mencoba pergi dari aku?
Maaf, aku nggakbisa paksain hatiku saat itu!
walau aku tau,
sekarang jadi kamu yang nggak bisa paksain hati kamu...
Aku nggak marah, tapi aku sedih!
Comments
Post a Comment