Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Tidak Akan Hilang

Bukan untuk membuka luka lama,
tapi hanya ingin memperbaiki yang pernah ada.
Andikan aku dapat dengan mudah tertawa lagi bersama mu,
seperti tidak pernah ada apapun dulu.

Kalau memang rasa itu pernah ada,
biarkanlah sekarang sirna.
Karena aku senang dapat berteman denganmu,
tapi kamu malah menjauh dariku.

Pikirmu, karena aku tak sesakit kamu,
tapi tau apa kamu tentang pikiranku.
Rasanya bukan kamu yang saat ini dapat membaca pikiranku lagi,
dan bukan aku lagi yang dengan mudah menebak apa isi pikiranmu.

Tapi itu tak mengapa,
lantas, bagaimana kamu terus berlari?
Kakimu jauh lebih panjang dariku,
sudah pasti akan sulit menggapaimu.

Aku menghubungimu,
bukan untuk membuka luka lama,
entah milikmu atau milikku sekalipun.

Aku menghubungimu,
karena kita telah dewasa dan cerita lama hanyalah pelajaran hidup yang akhirnya mengubah aku dan kamu menjadi seseorang yang tidak pernah kita ekspetasikan sebelumnya.

Jika kamu ingin ke Jerman,
mungkin bukan aku yang menemanimu.
Tapi aku akan sangat senang jika kamu mendapatkan seseorang yang pada akhirnya akan menemanimu.

Aku ingin ke Inggris.
mungkin bukan kamu yang menemaniku.
Tapi aku akan sangat senang jika seseorang yang sekarang berada disebelahku yang pada akhirnya akan menemaniku.

Aku tidak akan melupakanmu,
tidak akan.
Mungkin hanya pudar setelah berpuluh-puluh tahun kemudian mulai dari hari kita sudah tidak bersama lagi.
Tapi tetap, itu tidak akan hilang.

:)

Inspired by: zavira dan afdhal

Comments

Popular Posts