Bersyukur.
Bahkan aku sampai menitikan air mata beberapa kali untuk hari ini,
aku tidak tahu menangisi apa kalau ditanya.
Ada rasa sedih... namun sepertinya didominasi oleh kebahagiaan...
Setahun kemarin,
pada akhirnya membuatku ingin menjadikan beberapa kawan adalah musuh.
Dan beberapa musuh adalah kawan.
Namun tertawa kemudian...
Oh sungguh, tapi aku jadi membenci mereka.
Tapi, bukan itu yang orang dewasa lakukan...
Okay, jadi... tidak ada lagi kata benci dala kamus hidupku, yang sekarang.
Tapi mencintai, lebih banyak.
Aku mencintai orang-orang yang membuatku jatuh sekali saat itu, haha.
Membuatku merasa berada di pojok, lalu dihantam beberapa kalimat yang tidak bisa ku hadapi sendirian, namun pada akhirnya... aku masih bernafas lega sampai sekarang.
Aku mencintaimu orang-orang yang merasa lega setelah membuatku menangis,
aku juga mencintaimu orang-orang yang mentertawakan aku lepas-lepas,
aku mencintaimu tak lupa pada orang-orang berwajah tebal yang pada akhirnya mengubah cerita hidupku menjadi cerita yang dapat mereka karang sendiri...
Sungguh, karena tanpa orang berwajah baik tapi berhati tidak baik itu, maka aku tidak akan tahu mana yang namanya pengkhianat.
Terimakasih kamu telah mengkhianati aku.
Terimakasih kamu telah membuatku rendah.
Bagaimana kamu nanti, tanyakan saja padaku bagaimana rasanya, akan ku jawab besar-besar...
"Hebat kawan! Kendalikan saja dirimu!"
Buat mereka yang terus berdiri disampingku, didepanku dan dibelakangku.
Membawa pisau dan senapan tepat didepanku, namun tidak menggunakannya untuk mencabikku, maka aku sangat senang berada diantara mereka.
20 tahun....
Belum puas aku belajar mengenai hidup,
ada kerikil lagi selepas ini,
tapi ku akan terus berjalan, bersama orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku,
Tak lupa Allah ku,
Terimakasih,
aku terharu...
Comments
Post a Comment