Aku tidak tahu,
yang aku butuhkan hanya istirahat sejenak.
Walaupun dengan sedikit kemungkinan,
kalau aku tidak mau istirahat bila denganmu.
Persepsi kita berbeda,
seperti 2+3 dan 1x5
walaupun hasilnya tetap sama.
Saat kamu melihat batu besar sebagai kerikil,
menurutku sebaliknya.
Jika kamu hanya menghampiri kerikil itu, dan langsung pergi,
menurutku, aku harus menghampiri batu besar itu dan membuangnya.
Itu semua pengibaratan dari masalah,
yang tercipta antara warna merah dan abu-abu.
Kamu terbiasa melihat suatu masalah menjadi kecil, seperti kerikil.
dengan jarang tapi tetap biasa, aku melihat masalah menjadi besar, seperti batu yang besar.
Maka kamu lebih sering diam karena itu,
berpikir lama kelamaan akan usai.
Maka aku lebih sering membicarakan itu.
berpikir lama kelamaan akan usai.
Padahal sebenarnya tidak ada yang usai.
Sangat beda memang.
Tapi harus ada yang mengalah.
Yaudah, aku yang ngalah.
Tapi, kamu harus tau.
orang jatuh bukan karena batu besar, tapi karena kerikil.
Karena bila ada batu besar ia akan melewatinya,
dan orang akan lebih menganggap kerikil yang kecil remeh,
padahal kalau ia jalan diatas kerikil, ia pasti jatuh terluka.
Aku benar kan?
Untuk: Warna Abu-abu
Comments
Post a Comment