Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Aku Butuh Banyak Waktu



Aku disini.
Aku berdiri.
Bersandar di sebuah tembok yang hampir runtuh.
Berusaha bertahan agar aku tidak jatuh.
Mencari cara agar tetap tegar saat sewaktu-waktu tembok ini ambruk.
Merasakan hembusan angin, dan hangatnya sinar matahari setiap pagi.
Menghirup aroma harumnya bunga, dan suara kicauan burung yang bersiul dan melihatnya berterbangan dari satu ranting ke ranting lain. 
Melindungi diri saat hujan deras tiba.
Jika aku menangis, aku biarkan air mata ku mengalir bersama derasnya hujan. Dan aku lepaskan mereka mengalir tak tahu berapa kubik mereka pergi entah kemana. 
Jika aku takut aku memeluk tembok itu dan terus berkata kepada diriku sendiri bahwa aku akan baik-baik saja.

Terkadang saat petang tiba sehabis hujan dan pelangi memancarkan warna-warna indahnya. 
Aku hanya merenung dan bertanya-tanya diri ku sendiri.
Menyesali dan menangisi atas semua yang pernah aku perbuat di masa lalu.
Menyesal karena telah membuat orang-orang yang benar aku sayang menangis dan menjerit dalam hati. Berusaha melengkungkan senyum pada bibir mereka.
Menangis karena tidak sempat membahagiakan orang-orang yang aku sayang.
Dan sekarang bukan mereka yang menjerit dan menangis dalam hati, tapi itu aku. Walau aku tau sekarang bukan waktunya untuk menangis ataupun menyalahkan diri sendiri atas apa yang pernah terjadi.

Jujur, aku butuh banyak waktu.
Karena, rambutku lambat laun sudah mulai memutih.
Penglihatan ku sudah mulai kabur.
Pendengaran dan penciuman ku sudah tidak tajam.
Mulut ku sudah tak dapat mengucapkan kata-kata lagi.
Kedua tangan ku sudah terlalu lelah untuk melakukan banyak hal, untuk menyelamatkan diri dari penyesalan.
Dan kedua kaki ku sudah tak mampu lagi menopang berat tubuh ku sendiri, yang sudah ku tahu hanya tulang yang dilapisi oleh kulit.
Hanya hatiku saja yang masih berdoa kepada Tuhan.
Agar aku mendapat kesempatan lain, yang pasti akan aku pergunakan sebaik-baiknya.
Dan aku berjanji akan hal itu.
Sekarang bukan waktunya untuk berbalik membenci orang yang membenci ku.
Tapi kini saatnya mencintai orang-orang yang aku cintai, yang mencintai ku dan melupakan orang-orang yang membenci ku. 
Karena aku tahu dan kalian pasti sudah tahu. 
Aku tak punya cukup waktu untuk melakukan itu.
Membenci orang-orang yang membenci diriku.

Comments

Popular Posts