Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Seorang Penumpang Kereta Api

 
Sekali lagi hatiku sakit.
Sekali lagi luka ini semakin parah. Luka basah yang tidak boleh tersentuh apapun, berhasil mengenainya.
Hanya tetesan air mata sebagai gantinya.
Sambil terisak aku terus mengucap nama-NYA berharap ini semua akan berakhir, agar aku bisa menatap sang surya yang terang.

Aku adalah seorang manusia yang berdiri disebuah stasiun, sedang mengantri tiket dengan milyaran orang. Bahkan aku tak tahu aku barisan nomor berapa?
Yang jelas aku ingin menggapai tiket itu dan mengantarku pulang. Tapi sebelum aku pulang, aku ingin bermain sampai puas sampai akhirnya aku bahagia di stasiun ini, karena aku tidak akan kembali lagi di Kota ini. 

Comments

Popular Posts