Sekali lagi hatiku sakit.
Sekali lagi luka ini semakin parah. Luka basah yang tidak boleh tersentuh apapun, berhasil mengenainya.
Hanya tetesan air mata sebagai gantinya.
Sambil terisak aku terus mengucap nama-NYA berharap ini semua akan berakhir, agar aku bisa menatap sang surya yang terang.
Aku adalah seorang manusia yang berdiri disebuah stasiun, sedang mengantri tiket dengan milyaran orang. Bahkan aku tak tahu aku barisan nomor berapa?
Yang jelas aku ingin menggapai tiket itu dan mengantarku pulang. Tapi sebelum aku pulang, aku ingin bermain sampai puas sampai akhirnya aku bahagia di stasiun ini, karena aku tidak akan kembali lagi di Kota ini.
Comments
Post a Comment