Air mata itu bagaikan senjata terakhir bagi wanita
Tapi seperti kalian tau, air mata itu tidak akan jatuh sebelum hatinya meronta-ronta kesakitan.
Air mata itu seperti teriakan hati yang menjerit, sangat besar jeritan hati seorang wanita jika air matanya terus terusan mengalir.
Berusaha sepelan mungkin agar suara teriakan hati itu, tidak sampai ke mulut yang akan meneriakan dengan pita suara sebesar mungkin. Senyap. sunyi, lembap, sakit pasti itu yang mereka rasakan.
Tubuh wanita tidak sanggup menopang, jika hati telah menjerit. Itu akan membuatnya merasa tergoncah.
Itu sebabnya mereka selalu ingin di mengerti.
Dalam manisnya bahkan pahitnya ia selalu ingin dimengerti.
Mereka tidak egois, memang itu senjata mereka untuk menaklukannya.
Mereka sedih, jika seseorang tidak mengertinya. Ia akan merasa semua orang tidak pernah menganggapnya ada.
Mereka tidak si pemarah, mereka hanya tidak ingin menangis. Mengeluarkan senjata terakhirnya.
Sampai akhirnya mereka putus asa.......
Comments
Post a Comment