Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

manusia es yang hangat

bagaimana rasanya memeluk tubuh besarmu erat?

bukan hanya saat motormu melaju kencang dibawah bulan malam dan deru angin yang kencang saja,


namun, spesifiknya adalah, 

saat aku dapat menenggelamkan kepalaku pada dadamu, sambil ku dengar detak jantungmu yang bisa saja berdegup kencang.. atau mungkin begitu tenang?


ya, seperti itu,

seolah kamu adalah milikku,


bagaimana pula rasanya mendengar deru napasmu dari dekat?

bukan hanya saat bercengkrama dengan jarak setengah meter saja,


namun, spesifiknya adalah,

saat aku dapat mendengar suara tawamu dengan jelas ditelingaku, seolah mengisi relung hatiku yang bisa saja kosong?


ya, seperti itu,

seolah kamu ada disisiku, selalu


dan,

bagaimana rasanya menaklukanmu? 

bukan hanya waktuku yang kamu pakai hanya untuk mencari yang hilang dari dirimu saja,


namun, spesifiknya adalah,

saat kamu dapat mengungkapkan isi hatimu kepadaku, sambil ku berpikir kata manis apa yang pantas kamu dapatkan dariku, semenjak ku gumamkan sedu sedanku padamu di malam itu, 


bukankah kamu sudah merasakannya?


hai,

jika memang benar kamu adalah manusia es,

lantas, mengapa kamu begitu hangat?


sampai ku bertanya, 

dimana letak dinginmu?



Comments