Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

PINTAR

Begitu saja caranya berbicara,
sampai aku lupa hari tengah malam.
Walau aku tak lihat ratusan bintang malam ini,
katanya satu bulan tetap tampak indah.

Jadi, pintar sekali cara ia berbicara.

Begitu saja caranya tertawa,
menyenangkan tapi tak berlebihan.
Walau aku tak dapat mendengar itu lebih lama,
katanya satu detik tetap bermakna.

Jadi, pintar sekali caranya berkata.

Tidak ada bedanya dalam makna,
hanya katanya saja.

Aku terlihat seperti pintar,
tapi tidak jika berurusan dengannya.
Karena ia begitu pintar, dalam banyak hal.
Sedangkan aku tidak. Mungkin belum.

Sayangnya ia tidak pernah tau,
kalau aku juga pintar, setara dengannya
Tentu bukan dalam hal berbicara,
tapi dalam membaca wajahnya.

Ia memang pintar,
Aku juga.

Lebih Pintar.

Comments