Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

KEMARIN


Kemarin aku mengenalmu,
yang enggan memilih utk memiliki banyak teman. 
Lalu mempunyai cara sendiri agar merasa tidak sepi.

Kemarin kamu mengenalku,
yang selalu berada dalam lingkaran teman-teman ku.
Lalu lebih banyak tertawa sampai senyum mu ikut mengembang.

Kemarin aku mengenalmu,
yang kurang bisa mengucap sepatah kata pada orang lain yang belum terlalu kamu kenal.

Kemarin kamu mengenalku,
yang dengan mudahnya merangkul banyak orang disekitar ku.

Kemarin aku mengenalmu,
yang duduk di pojok sendiri, sambil memikirkan hal-hal yang membuat mu bahagia. Melupakan orang-orang yang membicarakan suatu hal mengenaimu.

Kemarin kamu mengenalku,
yang berjalan dengan percaya diri diantara orang-orang yang ku anggap lemah. 
Lalu tertawa lebar-lebar.

Tapi itu dulu...
Saat aku mengenalmu yang seperti itu. Pun kamu, mengenai ku.

Kemarin. Adalah kemarin.
Sekarang. Sudah berubah.
Semuanya telah usai.

Maka, aku tidak perlu mengenal mu lagi.
Pun kamu memang tidak peduli lagi, mungkin?
Itu tak mengapa.

Tapi kamu harus tau satu hal,
yang kemarin, itu indah.


Saat aku mengenalmu. Pun kamu mengenalku. Iya... Kemarin.

Untuk : Warna Abu - abu

Comments