Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Marah (Kali ini jelas)

Aku tidak mengerti apa maksudnya.
Tapi sungguh, aku  marah.
Dadaku panas, mataku juga.
Pipi ku merasakan jatuhnya air mata.
Lalu sakit.

Begitu saja.

Aku tadi habis marah,
sangat marah.
Dengan dua orang yang tidak memiliki perasaan.
Pantas bukan?

Bagaimana bisa mereka tertawa begitu lepas,
sedangkan aku berpikir keras, untuk menghilangkan rasa sakit.

Bagaimana bisa sekalinya aku marah,
lalu dengan ketidakjelasan warna abu-abu meminta ku,
untuk tidak mengganggu hidup seseorang?

Bagaimana mengganggu?
Jika aku tidak memiliki ide sama sekali,
apa yang kalian berdua lakukan selama tidak ada aku.

Sungguh jahat.

Tertawalah kalian,
anggap aku sebuah lelucon.

Terserah.
karena aku lelah,

Comments