Aku pernah mendengar seseorang berkata,
"Kalau kamu tau sesuatu yang indah akan berakhir buruk. Ada satu pertanyaan yang akan aku tanyakan padamu: Apakah kamu rela melepaskan hal tersebut saat sedang indah-indahnya?"
Aku termenung.
Lalu tertawa, merasa gila.
Namun tak juga.
Hanya teringat secercah bagian yang kemarin pernah ada.
Saat kedua matamu melihat ke arah lain.
Kemudian melangkahkan kakimu menjauhi ku.
Tidak ada lambaian tangan perpisahan.
Begitu saja.
Itu adalah sebagian yang sengaja ku hilangkan dalam pikiran ku tentang kemarin.
Aku termenung.
Lalu menggelengkan kepala, merasa bodoh.
Namun tak juga.
Bayangan mu terbesit utk beberapa detik.
Tapi tenang saja, itu pudar dan hilang kembali.
Saat rahangku begitu kaku utk tersenyum kembali.
Dan telingaku tertutup dengan sendirinya saat terdengar suatu hal yang berhubungan dengan kamu.
Itu adalah bagian yang sengaja aku hapus dalam pikiran ku tentang kemarin.
Kemarin,
Bagi sebagian mereka jika mengetahuinya, akan pergi jauh-jauh meninggalkan sesuatu yang kemarin indah akan berakhir pahit.
Tapi bagi sebagian yang lain jika mengetahuinya, tetap akan berada dalam posisi yang sama. Menikmati hal indah yang ada, menjaga dan melepaskan dengan tulus pada akhirnya.
Aku termenung.
Lalu tersenyum kemudian, merasa bahagia.
Karena aku merupakan bagian dari yang lain.
Bagian dari mereka yang duduk didepan televisi sambil menikmati popcorn.
Senyaman dan seindah itu rasanya,
Aku termenung.
Lalu lapang dada, merasa tidak menyesal.
Karena pada akhirnya, kamu tetap pulang.
Karena satu hal,
Kemarin,
hanya awal yang membosankan.
Kamu siap melihat bagian selanjutnya?
Untuk: Warna Abu-abu
Comments
Post a Comment