Skip to main content

Featured

Kamis Malam Itu,

Kamis malam itu, saat pertama kali kita bertemu,  aku sedang tidak mencari cinta, malah aku sedang melarikan diri darinya ah sudahlah nanti saja, tangisku tak mampu ku bendung, begitu banyak cinta yang ku rasa, sebanyak yang kamu beri padaku nanti kulanjutkan

Friday

Setiap orang punya jalurnya sendiri untuk mengungkapkan apapun yang mereka rasakan. 
Dan kita sebagai orang lain yang bukan menjadi hidupnya tidak bisa mengomentari dan meneriakinya apa yang harus ia perbuat. 

Sebagian dari mereka ada yang melukis. 
Sebagian dari mereka ada yang mendengarkan lagu keras-keras.
Sebagian dari mereka ada yang menulis seperti ini. 

Terkadang hanya itu yang mereka lakukan, untuk meluapkan semua yang ada. 
Meluapkan penat dan rasa yang terpendam. 
Meneriaki kesedihan juga kebahagiaan yang mereka rasakan tanpa peduli orang mau berkata apa. 

Jujur saja, untuk sekejap aku merasa orang paling bodoh karena aku adalah seorang manusia yang terkadang lupa meluapkan kesedihan dan bagaimana melakukannya. Bahkan terkadang kesedihan itu sudah hambar rasanya. 

Sunyi.
Sepi.
Diabaikan. 
dan ditinggalkan adalah hal biasa.

Tapi mungkin kali ini, aku bukan manusia bodoh itu lagi. Mungkin sekarang aku bisa untuk menganggap itu semua adalah bagian dari hidup dan mencintai orang-orang yang mendukung ku di banding yang merusaknya.



Comments